KARYA ILMIAH TENTANG LINGKUNGAN BISNIS |
NAMA : BRIAN FAJAR KURNIAWAN
|
NIM : 14.12.8283
|
BAB I
|
PENDAHULUAN
|
Pengertian Lingkungan
bisnis
|
Dalam merumuskan strategi, maka
terlebih dahulu harus melakukan analisis lingkungan dengan
maksud untuk untuk
|
menyesuaikan dengan keunggulan dan
kelemahan yang dimiliki perusahaan.Sebelum membicarakan segala sesuatu
|
mengenai lingkungan bisnis,
maka hendaklah dimengerti terlebih dahulu beberapa istilah, yaitu sebagai
berikut :
|
Lingkungan (eksternal ):
|
Analisis:
|
Penelusuran peluang atau ancaman sampai
kepangkalnya.
|
Analisis lingkungan bisnis:
|
Adalah suatu proses yang digunakan
perencana-perencana strategi untuk
|
memantau lingkungan bisnis dalam
menentukan peluang atau ancaman.
|
Mengapa Lingkungan bisnis perlu
dianalisis ?
|
1. Agar pembuat strategi dapat
mengantisipasi setiap kesempatan dan membantu
mengembangkan sistem
|
pemecahan
sedini mungkin terhadap faktor-faktor
|
lingkungan yang dianggap mengancam tujuan
perusahaan
|
(early warning systems).
|
2. Untuk dapat mengefektifkan proses manajemen
strategi, karena dengan melakukan analisis lingkungan yang akan
|
diperoleh lebih efektif.
|
3. Untuk membantu manajer dalam meramalkan
dampak lingkungan bisnis terhadap perkembangan perusahaan.
|
Terkumpulnya berbagai informasi dari
lingkungan memudahkan untuk membuat perencanaan jangka panjang.
|
Bagaimanakah Analisis
Lingkungan Bisnis Itu Dilakukan ?
|
Proses analisis lingkungan dilakukan oleh
perencanaan strategi dengan urutan
sebagai berikut :
|
Pertama : menganalisis hubungan antara
strategi perusahaan dan tanggapan terhadap lingkungan, yang dapat
|
dipakai sebagai landasan untuk
membandingkan strategi yang sedang berjalan dengan strategi yang potensial yang
|
akan datang.
|
Kedua :
menganalisis kecenderungan faktor dan masalah utama yang diperkirakan
mempunyai dampak penting
|
terhadap perumusan strategi.
|
Ketiga: mencoba meramalkan kemungkinan yang
akan terjadi pada masa yang akan datang terhadap lingkungan
|
bisnis.
|
Komponen Analisis Lingkungan Bisnis
|
a. Scanning : mengidentifikasi petunjuk awal
dari perubahan dan kecenderungan lingkungan bisnis.
|
b. Monitoring : mendeteksi arti melalui observasi
terus-menerus atas perubahan dan kecenderungan lingkungan
|
bisnis.
|
c. Forcasting : Mengembangkan proyeksi atas
hasil yang diantisispasi berdasarkan perubahan dan kecenderungan
|
yang dimonitor.
|
d. Assesing : Menentukan waktu dan
pentingnya perubahan dan kecenderungan lingkungan bisnis untuk strategi
|
perusahaan dan
manajemennya.
|
Faktor Lingkungan Bisnis
|
Lingkungan Mikro ( Lingkungan industri )
|
Lingkungan mikro
adalah para pelaku
yang secara langsung
berkaitan dengan lingkungan,
yang mempengaruhi
|
perusahaan.
|
Lingkungan mikro ini terdiri dari :
|
a.
|
Pelanggan
|
Para manajer harus dapat mengantisipasi
perubahan perilaku konsumen, karena konsumen ( pembeli ) mempunyai
|
kekuatan tawar menawar, terutama pembeli
yang melakukan pembelian dalam jumlah yang besar. Pembeli
|
cenderung melakukan pembelian secara
selektif, apalagi pembeli mempunyai informasi yang lengkap tentang
|
permintaan, harga pasr dan harga pemasok,
sehingga posisi tawar menawar pembeli semakin kuat. Oleh karena itu
|
perusahan harus mampu memperbaiki posisi
strateginya. Disamping itu ada pula pembeli yang tidak begitu sensitif
|
terhadap harga, karena yang lebih penting
bagi mereka adanya atribut dari produk yang diinginkan.
|
b.
|
Pemasok
|
Pemasok juga mempunyai kekuatan tawar
menawar terhadap peserta industri,
karena pemasok merupakan
|
ancamnan serius yang
perlu diperhitungkan. Untuk itu perusahaan perlu membina hubungan yang erat.
Pemasok
|
yang
kuat dapat menekan laba
industri yang dapat mengimbangi
dengan kenaikan harganya. Pem,asok ini akan
|
bartambah kuat apabila para pemasok didominasi
oleh beberapa perusahaan , tidak menghadapi produk pengganti,
|
produk pemasok merupakan input
yang penting bagi hasil produksi industri, hal
ini merupakan pelanggan yang
|
penting bagi pemasok dan pemasok menghadapi integrasi ke depan
dari pemakai. Kekuatan pemasok
dapat
|
dikendalikan oleh
suatu perusahaan besar (misalnya perusahaan
kelompok konglomerat sehingga
semuanya
|
persediaan pemasok
dicaplok oleh perusahaan tersebut.
|
c.
|
Pesaing
|
Persaingan terjadi karena satu atau lebih
pesaing merasakan adanya tekanan atau melihat adanya peluang untuk
|
memperbaiki posisi. Strategi bersaing
yang efektif meliputi tindakan –
tindakan ofensif atau defensif guna
|
menciptakan posisi yang aman ( defendable
position ) terhadap kekuatan- kekuatan pesaing. Ada tiga faktor penting
|
yang perlu diperhatikan mengenai
persaingan, yaitu:
|
1. Masuk dan keluarnya
pesaing
|
2. Ancaman produk atau
jasa pengganti
|
3. Kemungkinan terjadinya perubahan dalam
strategi pesaing
|
d.
Publik (masyarakat )
|
Publik (masyarakat ) sering mengisukan
sesuatu produk atau suatu perusahaan atau suatu merk, sehingga amat
|
mempengaruhi permintaan barang tersebut. Isu publik ini kadang-kadang tajam dibandingkan
dengan ancaman
|
lainnya. Isu ini bisa saja dilansir
secara sengaja oleh kelompok tertentu yang memang menginginkan kehancuran
|
atau
bisa saja secara tidak sengaja. Oleh karena itu perusahaan harus
waspada terhadap isu-isu masyarakat ini.
|
Lingkungan Makro ( Lingkungan Umum )
|
Lingkungan makro adalah kekuatan-kekuatan
yang timbul dan berada diluar jangkauan serta biasanya terlepas dari
|
situasi operasional perusahaan.
|
a.
|
Faktor Ekonomi
|
Faktor ekonomi yang perlu dianalisis
adalah :
|
1. Siklus ekonomi : depresi, resesi,
kebangkitan ( recovery ) dan kemakmuran
|
(prosperity).
|
2. Gejala inflansi dan deflasi : jika
inflasi sangat tinggi maka pengendalian gaji dan harga semakin berat.
|
3. Kebijaksanaan moneter : perubahan tingkat
suku bunga, devaluasi dan sebagainya.
|
4. Neraca pembayaran : surplus atau defisit dalam hubungannya terhadap
perdagangan luar negeri. Hal ini
|
mengganggu atau memberikan peluang.
|
b.
|
Faktor Demografi
|
Faktor demografi terdiri dari :
|
1. Perubahan jumlah penduduk akan
mempengaruhi permintaan misalnya, pada daerah yang jumlah penduduknya
|
menurun, tentu akan memindahkan usahanya
ke daerah yang penduduknya tumbuh.
|
2. Perubahan struktur usia penduduk akan
mempengaruhi pemindahan jenis produk sesuai dengan perubahan
|
umurnya.
|
3. Distribusi pendapatan.
|
4. ingkat
pengangguran.
|
c.
|
Faktor Geografi
|
Faktor geografi juga
penting diamati oleh perencana strategi, untuk menentukan peluang dan ancaman
perusahaan,
|
terutama dalam menentukan penambahan
lokasi baru bagi perluasan perusahaan.
|
d.
|
Faktor Teknologi
|
Perubahan teknologi membawa pengaruh
terhadap perkembangan perusahaan, karena perubahan teknologi dapat
|
memberi peluang besar ( meningkatkan
hasil / tujuan )atau bisa mengancam
kedudukan perusahaan. Bahkan
|
perubahan teknologi
dapat merupakan malapetaka tenaga kerja, karena akan menggeser mereka dan
bertambah
|
banyaklah pengangguran. Dan juga
perubahan teknologi akan mempengaruhi daur hidup produk, misalnya dengan
|
munculnya mesin foto copy maka pasar
kertas stensil mengalami penurunan drastis.
|
e.
|
Faktor Pemerintah
|
Perubahan-perubahan kebijakan
pemerintah dalam berbagai
bentuk peraturan, dapat merupakan
peluang bagi
|
perusahaan dan dapat
pula hambatan / ancaman bagi perusahaan.
|
f.
|
Faktor Sosial
|
Sosial adalah kebiasaan dan nilai-nilai
sosial lingkungan masyarakat, khususnya langganan dan karyawan.
|
g.
|
Faktor Politik
|
1. Kekuatan politik
|
2. Perbedaan ideologi.
|
BAB II
|
Teknis Analisis Lingkungan Bisnis
|
Ada beberapa cara untuk memperoleh
informasi, diantaranya :
|
1. Dengan pendengaran (informasi lisan ),
yaitu informasi yang didapat melalui pendengaran, baik secara formal
|
atau informal sumber informasi lisan ini
meliputi:
|
a.
|
Media : Radio, TV, Harian, dll.
|
b.
|
Karyawan perusahaan : rekan bawahan dan
pengawas
|
c.
|
Sumber luar perusahaan lainnya :
|
-
|
Pelanggan
|
-
|
Perantara
|
-
|
Pemasok
|
-
|
Perguruan tinggi
|
-
|
Pesaing
|
-
|
Eksekutif keuangan dan Konsultan
|
2. Informasi tertulis atau dokumentasi yang
dapat diketahui dengan cara membaca informasi yang disediakan oleh
|
orang
|
lain
|
untuk
|
berbagai
|
tujuan.cara lain
|
adalah
|
merancang
|
Sistem
|
Informasi
|
Manajemen
|
(SIM)
|
dengan cara menyusun jalur informasi
secara teratur dan akurat. Misalnya dari jurnal perdagangan, jurnal ekonomi,
|
jurnal keuangan, dll.
|
3. Memata-matai (Spionase) berusaha
memperoleh informasi dengan mendatangi pesaing yang potensial atau
|
sesungguhnya. Pekerjaan mata-mata ini
dapat di lakukan oleh eksekutif puncak atau menunjuk salah seorang yang
|
dipercayai. Bahkan dapat juga merujuk
lebih dalam lagi dengan menggunakan orang dalam pesaing.
|
4. Peramalan formal : melakukan peramalan
secara formal terhadap faktor-faktor lingkungan, biasanya dilakukan
|
oleh perencana
strategi atau orang yang ditunjuknya.
|
5. Pengamatan langsung atau pendapat umum :
secara langsung mengamati sikap masyarakat terhadap produk /
|
jasa perusahaan, dll.
|
Kalau kita perhatikan bagaimana eksekutif
melakukan analisis lingkungan, maka disimpulkan, yaitu :
|
a.
|
Para eksekutif lebih cenderung memusatkan
perhatiannya menganalisis lingkungan sektor ekonomi ketimbang
|
sektor-sektor lainnya walaupun pesaing
tetap menjadi tumpuannya.
|
b.
|
Para eksekutif lebih cenderunmg melakukan
pendekatan secara lisan, kecuali dalam hal tertentu (pada level
|
bawah) pendekatannya lebih bersifat
tertulis.
|
c. Lebih
dari setengahnya waktu dipergunakan pada
eksekutif untuk menganalisis lingkungan, bahkan hamper
|
75%,dan sisanya untuk analisis internal
perusahaan (keunggulan dan kelemahan perusahaan).
|
d.
|
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
merupakan alat yang berperan dalam menganalisis lingkungan.
|
e.
|
Baik eksekutif puncak maupun perencana
strategi, melakukan analisis lingkungan secara teratur (melalui lisan).
|
Karakteristik analisis lingkungan bisnis
dalam menentukan seberapa jauh baiknya perencana strategi menetapkan
|
keputusannya, hal ini tergantung dari:
|
1. Pengalaman
|
Semakin berpengalaman dan semakin cerdas
eksekutif maka semakin besar informasi yang dapat di tanganinya
|
dengan kualitas tinggi. Eksekutif yang
lebih tua biasanya lebih lamban dalam mengambil kjeputusan, akan tetapi
|
lebih baik dalam menyelesaikan
pekerjaannya.
|
2. Motivasi dan tingkat aspirasi
|
Semakin tinggi tingkat aspirasi atau
golongan eksekutif, semakin baik hasilnya. Faktor- faktor yang mempengaruhi
|
motivasi adalah :
|
a.
|
Kebutuhan : kebutuhan keberhasilan,
kebutuhab afiliasi, dan klebutuhan kekuasaan.
|
b.
|
Imbalan atas pelaksanaan (ganjaran)
: bentuk ganjaran yang didasarkan pada
prestasi jangka pendek dapat
|
menimbulkan kebiasaan yang tidak
menghasilkan pendapat yang baik, karena :
|
-
|
inilah yang mereka pelajari sebagai
manajer yunior
|
-
|
kebiasaan diperkuat oleh umpan balik dan
imbalan ataupun hukuman dalam seluruh perjalanan karirnya.
|
c.
|
Pandangan / tanggapan seseorang : amat
tergantung pada watak mereka sehubungan dengan informasi yang
|
tidak menentu, hal ini tergantung pada:
|
-
|
Orientasi resiko
|
Orang tidak suka menanggung resiko akan
menganalisis secara konservatif, sedang orang yang bersedia
|
menanggung resiko akan cenderung pada
sifat untung-untungan.
|
-
|
Daya refleksi
|
Apabila orang mengambil kesimpulan secara
implusif dan bertindak cepat, maka cara ini akan lebih efektif.
|
-
|
Dogmanisme
|
Mereka yang mempunyai sistem tertutup, dimana cara berpikirnya sudah
tertempa akan mengambil kesimpulan
|
secara tepat berdasarkan informasi yang
tidak cukup.
|
-
|
Struktur konseptual abstrak.
|
Orang-orang konsep
akan memproses banyak informasi
dimensi dan menggunakan pendekatan
rumit untuk
|
menyatukannya.
|
d.
|
Iklim psikologis : Suasana psikologis sering mempengaruhi sikap seseorang dalam menganalisis
lingkungan.
|
Misalnya kehidupan pribadi seseorang akan
mempengaruhi sikap optimis atau pesimisnya. Demikian pula sikap
|
mereka menerima atau menolak terhadap
perubahan-perubahan yang terjadi.
|
BAB 3
|
PENUTUP
|
Semoga dengan di buatnya karya ilmiah
tentang lingkungan bisnis ini dapat bermanfaat bagi yang membaca
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar