Jumat, 06 Maret 2015

KARYA ILMIAH

     KARYA ILMIAH TENTANG LINGKUNGAN                                       BISNIS







                                           NAMA : BRIAN FAJAR KURNIAWAN

                                                            NIM : 14.12.8283





 




BAB I
PENDAHULUAN
Pengertian Lingkungan bisnis
Dalam merumuskan strategi, maka terlebih dahulu harus melakukan analisis lingkungan dengan maksud untuk untuk
menyesuaikan dengan keunggulan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.Sebelum membicarakan segala sesuatu
mengenai lingkungan bisnis, maka hendaklah dimengerti terlebih dahulu beberapa istilah, yaitu sebagai berikut :
Lingkungan  (eksternal ):           
Adalah faktor-faktor yang berada diluar jangkauan perusahaan yang dapat
menimbulkan suatu peluang atau ancaman.
Analisis:
Penelusuran peluang atau ancaman sampai kepangkalnya.
Analisis lingkungan bisnis: 
Adalah suatu proses yang digunakan perencana-perencana  strategi untuk
memantau lingkungan bisnis dalam menentukan peluang atau ancaman.
Mengapa Lingkungan bisnis perlu dianalisis ?
1. Agar pembuat strategi dapat mengantisipasi setiap kesempatan dan membantu  mengembangkan  sistem
pemecahan  sedini mungkin  terhadap  faktor-faktor
lingkungan yang dianggap mengancam tujuan perusahaan
(early warning systems).
2. Untuk dapat mengefektifkan proses manajemen strategi, karena dengan melakukan analisis lingkungan yang akan
diperoleh lebih efektif.
3. Untuk membantu manajer dalam meramalkan dampak lingkungan bisnis terhadap perkembangan perusahaan.
Terkumpulnya berbagai informasi dari lingkungan memudahkan untuk membuat perencanaan jangka panjang.
Bagaimanakah Analisis Lingkungan Bisnis Itu Dilakukan ?
Proses analisis lingkungan dilakukan oleh perencanaan strategi dengan urutan sebagai berikut :
Pertama : menganalisis hubungan antara strategi perusahaan dan tanggapan terhadap lingkungan, yang dapat
dipakai sebagai landasan untuk membandingkan strategi yang sedang berjalan dengan strategi yang  potensial yang
akan datang.
Kedua :  menganalisis kecenderungan faktor dan masalah utama yang diperkirakan mempunyai  dampak penting
terhadap perumusan strategi.
Ketiga: mencoba meramalkan kemungkinan yang akan terjadi pada masa yang akan datang terhadap lingkungan
bisnis.
Komponen Analisis Lingkungan Bisnis
a. Scanning : mengidentifikasi petunjuk awal dari perubahan dan kecenderungan lingkungan bisnis.
b. Monitoring  : mendeteksi arti melalui observasi terus-menerus atas perubahan dan kecenderungan lingkungan
bisnis.
c. Forcasting : Mengembangkan proyeksi atas hasil yang diantisispasi berdasarkan perubahan dan kecenderungan
yang dimonitor.
d. Assesing : Menentukan waktu dan pentingnya perubahan dan kecenderungan lingkungan bisnis untuk strategi
perusahaan dan manajemennya.
Faktor Lingkungan Bisnis
Lingkungan Mikro ( Lingkungan industri )
Lingkungan  mikro  adalah  para  pelaku  yang  secara  langsung  berkaitan  dengan  lingkungan,  yang mempengaruhi
perusahaan.
Lingkungan mikro ini terdiri dari :
a.
Pelanggan
Para manajer harus dapat mengantisipasi perubahan perilaku konsumen, karena konsumen ( pembeli ) mempunyai
kekuatan tawar menawar, terutama pembeli yang melakukan pembelian dalam jumlah yang besar. Pembeli
cenderung melakukan pembelian secara selektif, apalagi pembeli mempunyai informasi yang lengkap tentang
permintaan, harga pasr dan harga pemasok, sehingga posisi tawar menawar pembeli semakin kuat. Oleh karena itu
perusahan harus mampu memperbaiki posisi strateginya. Disamping itu ada pula pembeli yang tidak begitu sensitif
terhadap harga, karena yang lebih penting bagi mereka adanya atribut dari produk yang diinginkan.
b.
Pemasok
Pemasok juga mempunyai kekuatan tawar menawar terhadap peserta industri,  karena pemasok merupakan
ancamnan serius yang perlu diperhitungkan. Untuk itu perusahaan perlu membina hubungan yang erat. Pemasok
yang  kuat dapat menekan  laba industri yang  dapat mengimbangi dengan  kenaikan  harganya. Pem,asok ini akan
bartambah kuat apabila para pemasok didominasi oleh beberapa perusahaan , tidak menghadapi produk pengganti,
produk pemasok merupakan  input  yang penting bagi  hasil  produksi industri,  hal  ini  merupakan pelanggan yang
penting  bagi pemasok dan  pemasok menghadapi integrasi ke  depan  dari pemakai. Kekuatan  pemasok dapat
dikendalikan  oleh  suatu  perusahaan  besar (misalnya  perusahaan  kelompok konglomerat sehingga  semuanya
persediaan pemasok dicaplok oleh perusahaan tersebut.
c.
Pesaing
Persaingan terjadi karena satu atau lebih pesaing merasakan adanya tekanan atau melihat adanya peluang untuk
memperbaiki posisi. Strategi bersaing yang efektif meliputi  tindakan – tindakan ofensif atau defensif guna
menciptakan posisi yang aman ( defendable position ) terhadap kekuatan- kekuatan pesaing. Ada tiga faktor penting
yang perlu diperhatikan mengenai persaingan, yaitu:

1. Masuk dan keluarnya pesaing
2. Ancaman produk atau jasa pengganti
3. Kemungkinan terjadinya perubahan dalam strategi pesaing

d.  Publik (masyarakat )
Publik (masyarakat ) sering mengisukan sesuatu produk atau suatu perusahaan atau suatu merk, sehingga amat
mempengaruhi permintaan barang  tersebut. Isu  publik ini kadang-kadang tajam dibandingkan dengan ancaman
lainnya. Isu ini bisa saja dilansir secara sengaja oleh kelompok tertentu yang memang menginginkan kehancuran
atau  bisa saja secara tidak sengaja. Oleh karena itu perusahaan harus waspada terhadap isu-isu masyarakat ini.
Lingkungan Makro ( Lingkungan Umum )
Lingkungan makro adalah kekuatan-kekuatan yang timbul dan berada diluar jangkauan serta biasanya terlepas dari
situasi operasional perusahaan.
a.
Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi yang perlu dianalisis adalah :
1. Siklus ekonomi : depresi, resesi, kebangkitan ( recovery ) dan kemakmuran
(prosperity).
2. Gejala inflansi dan deflasi : jika inflasi sangat tinggi maka pengendalian gaji dan harga semakin berat.
3. Kebijaksanaan moneter : perubahan tingkat suku bunga, devaluasi dan sebagainya.
4. Neraca pembayaran : surplus atau  defisit dalam hubungannya  terhadap  perdagangan  luar negeri. Hal ini
mengganggu atau memberikan peluang.
b.
Faktor Demografi
Faktor demografi terdiri dari :

1. Perubahan jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan misalnya, pada daerah yang jumlah penduduknya
menurun, tentu akan memindahkan usahanya ke daerah yang penduduknya tumbuh.

2. Perubahan struktur usia penduduk akan mempengaruhi pemindahan jenis produk sesuai dengan perubahan
umurnya.

3. Distribusi pendapatan.

4. ingkat pengangguran.
c.
Faktor Geografi
Faktor geografi juga penting diamati oleh perencana strategi, untuk menentukan peluang dan ancaman perusahaan,
terutama dalam menentukan penambahan lokasi baru bagi perluasan perusahaan.
d.
Faktor Teknologi
Perubahan teknologi membawa pengaruh terhadap perkembangan perusahaan, karena perubahan teknologi dapat
memberi peluang besar ( meningkatkan hasil / tujuan )atau bisa mengancam  kedudukan perusahaan. Bahkan
perubahan teknologi dapat merupakan malapetaka tenaga kerja, karena akan menggeser mereka dan bertambah
banyaklah pengangguran. Dan juga perubahan teknologi akan mempengaruhi daur hidup produk, misalnya dengan
munculnya mesin foto copy maka pasar kertas stensil mengalami penurunan drastis.
e.
Faktor Pemerintah
Perubahan-perubahan  kebijakan  pemerintah  dalam berbagai bentuk peraturan, dapat merupakan  peluang  bagi
perusahaan dan dapat pula hambatan / ancaman bagi perusahaan.
f.
Faktor Sosial
Sosial adalah kebiasaan dan nilai-nilai sosial lingkungan masyarakat, khususnya langganan dan karyawan.
g.
Faktor Politik

1. Kekuatan politik
2. Perbedaan ideologi.
BAB II
Teknis Analisis Lingkungan Bisnis
Ada beberapa cara untuk memperoleh informasi, diantaranya :

1. Dengan pendengaran (informasi lisan ), yaitu informasi yang didapat melalui pendengaran, baik secara formal
atau informal sumber informasi lisan ini meliputi:
a.
Media : Radio, TV, Harian, dll.
b.
Karyawan perusahaan : rekan bawahan dan pengawas
c.
Sumber luar perusahaan lainnya :
-
Pelanggan
-
Perantara
-
Pemasok
-
Perguruan tinggi
-
Pesaing
-
Eksekutif keuangan dan Konsultan

2. Informasi tertulis atau dokumentasi yang dapat diketahui dengan cara membaca informasi yang disediakan oleh
orang
lain
untuk
berbagai
tujuan.cara lain
adalah
merancang
Sistem
Informasi
Manajemen
(SIM)
dengan cara menyusun jalur informasi secara teratur dan akurat. Misalnya dari jurnal perdagangan, jurnal ekonomi,
jurnal keuangan, dll.

3. Memata-matai (Spionase) berusaha memperoleh informasi dengan mendatangi pesaing yang potensial atau
sesungguhnya. Pekerjaan mata-mata ini dapat di lakukan oleh eksekutif puncak atau menunjuk salah seorang yang
dipercayai. Bahkan dapat juga merujuk lebih dalam lagi dengan menggunakan orang dalam pesaing.



4. Peramalan formal : melakukan peramalan secara formal terhadap faktor-faktor lingkungan, biasanya dilakukan
oleh perencana strategi atau orang yang ditunjuknya.

5. Pengamatan langsung atau pendapat umum : secara langsung mengamati sikap masyarakat terhadap produk /
jasa perusahaan, dll.
Kalau kita perhatikan bagaimana eksekutif melakukan analisis lingkungan, maka disimpulkan, yaitu :
a.
Para eksekutif lebih cenderung memusatkan perhatiannya menganalisis lingkungan sektor ekonomi  ketimbang
sektor-sektor lainnya walaupun pesaing tetap menjadi tumpuannya.
b.
Para eksekutif lebih cenderunmg melakukan pendekatan secara lisan, kecuali dalam hal tertentu (pada level
bawah) pendekatannya lebih bersifat tertulis.
c. Lebih  dari setengahnya  waktu  dipergunakan  pada  eksekutif untuk menganalisis lingkungan, bahkan  hamper
75%,dan sisanya untuk analisis internal perusahaan (keunggulan dan kelemahan perusahaan).
d.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan alat yang berperan dalam menganalisis lingkungan.
e.
Baik eksekutif puncak maupun perencana strategi, melakukan analisis lingkungan secara teratur (melalui lisan).
Karakteristik analisis lingkungan bisnis dalam menentukan seberapa jauh baiknya perencana strategi menetapkan
keputusannya, hal ini tergantung dari:

1. Pengalaman
Semakin berpengalaman dan semakin cerdas eksekutif maka semakin besar informasi yang dapat di tanganinya
dengan kualitas tinggi. Eksekutif yang lebih tua biasanya lebih lamban dalam mengambil kjeputusan, akan tetapi
lebih baik dalam menyelesaikan pekerjaannya.

2. Motivasi dan tingkat aspirasi
Semakin tinggi tingkat aspirasi atau golongan eksekutif, semakin baik hasilnya. Faktor- faktor yang mempengaruhi
motivasi adalah :
a.
Kebutuhan : kebutuhan keberhasilan, kebutuhab afiliasi, dan klebutuhan kekuasaan.
b.
Imbalan atas pelaksanaan (ganjaran) :  bentuk ganjaran yang didasarkan pada prestasi  jangka pendek dapat
menimbulkan kebiasaan yang tidak menghasilkan pendapat yang baik, karena :
-
inilah yang mereka pelajari sebagai manajer yunior
-
kebiasaan diperkuat oleh umpan balik dan imbalan ataupun hukuman dalam seluruh perjalanan karirnya.
c.
Pandangan / tanggapan seseorang : amat tergantung pada watak mereka sehubungan dengan informasi yang
tidak menentu, hal ini tergantung pada:
-
Orientasi resiko
Orang tidak suka menanggung resiko akan menganalisis secara konservatif, sedang orang yang bersedia
menanggung resiko akan cenderung pada sifat untung-untungan.
-
Daya refleksi
Apabila orang mengambil kesimpulan secara implusif dan bertindak cepat, maka cara ini akan lebih efektif.
-
Dogmanisme
Mereka yang mempunyai sistem  tertutup, dimana cara berpikirnya sudah tertempa akan mengambil kesimpulan
secara tepat berdasarkan informasi yang tidak cukup.
-
Struktur konseptual abstrak.
Orang-orang  konsep  akan  memproses banyak informasi dimensi dan  menggunakan  pendekatan  rumit untuk
menyatukannya.
d.
Iklim psikologis :  Suasana psikologis sering mempengaruhi  sikap seseorang dalam menganalisis lingkungan.
Misalnya kehidupan pribadi seseorang akan mempengaruhi sikap optimis atau pesimisnya. Demikian pula sikap
mereka menerima atau menolak terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.



BAB 3
PENUTUP
Semoga dengan di buatnya karya ilmiah tentang lingkungan bisnis ini dapat bermanfaat bagi yang membaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar